Wisdom Aby MeRINDU
♥ Sang MAHA Rindu Selalu Bersama CintaNya ,
& kan ku
pasrahkan HIDUP & MATIku kepada-Nya ♥
Biarkan
TETESAN AIR MATA membasahi diri ditengah PERTAUTAN HATI
dlm menghadapi berbagai
UJIAN KEHIDUPAN, krn itu adalah puncak dari KEPASRAHAN DIRI atas
ketidakberdayaan & kelemahan diri sbg MANUSIA.
DALAM DIAM kubasuh LETIHku, KHUSYUK dlm diam mencari TITIK TEMU, BerSUJUD menghadap PASRAH di ketakberdayaanku.......
Bila Rabb ku bertanya...Malukah Kamu telah bermaksiat padaku..?
Dalam DOSA Saya sudah bersembunyi dari Mahluk-MU
Dan ku dating PadaNYA dengan penuh dosa
Apa yang akan saya jawab, hai Jasadku yang Malang,
Siapa nak menyelamatkanku,
Saya selalu dalam NAFSU mengejar IMPIAN
Dari WAKTU ke WAKTU
Ku Terlena akan MATI yang akan ku hadapi
Dan apa yang akan terjadi saatku berkafankan kain putih
Dalam sombong ku berfikir hidupku beroleh JAMINan dari NYA
DALAM DIAM kubasuh LETIHku, KHUSYUK dlm diam mencari TITIK TEMU, BerSUJUD menghadap PASRAH di ketakberdayaanku.......
Bila Rabb ku bertanya...Malukah Kamu telah bermaksiat padaku..?
Dalam DOSA Saya sudah bersembunyi dari Mahluk-MU
Dan ku dating PadaNYA dengan penuh dosa
Apa yang akan saya jawab, hai Jasadku yang Malang,
Siapa nak menyelamatkanku,
Saya selalu dalam NAFSU mengejar IMPIAN
Dari WAKTU ke WAKTU
Ku Terlena akan MATI yang akan ku hadapi
Dan apa yang akan terjadi saatku berkafankan kain putih
Dalam sombong ku berfikir hidupku beroleh JAMINan dari NYA
Saat ajal
menemuiku
Kini, Sakaratul Maut itu telah menghampiri,
adakah yang melindungiku
Ku lihat wajah wajah mereka satu persatu
Harben, Annis, dan Amsal, mereka tak sanggup melindungiku dari kematian
Tergugu ku menatap wajah mereka,
Tak ada yang sanggup menebusku.
Satu pertanyaan, apa yang telah saya perbuat di dunia ini, yang bisa menyelamatkanku ?
Apa yang kan ku jawab di hadapanNYA, krena ku telah ABAIkan smua urusan Agamaku
CELAKA sekali DIRIku…….
Saya telah hiraukan semua QALAM ILAHI RABB yang menyeruku!”
Saya Lalai tak INGAT akan BERITA INDAH dalam Surat QAAF dan YAASIN
Saya tak dengar jika nanti saya kan di kumpulkan di HARI Berkumpul dan AD DEEN (QIYAMA)
Kini, Sakaratul Maut itu telah menghampiri,
adakah yang melindungiku
Ku lihat wajah wajah mereka satu persatu
Harben, Annis, dan Amsal, mereka tak sanggup melindungiku dari kematian
Tergugu ku menatap wajah mereka,
Tak ada yang sanggup menebusku.
Satu pertanyaan, apa yang telah saya perbuat di dunia ini, yang bisa menyelamatkanku ?
Apa yang kan ku jawab di hadapanNYA, krena ku telah ABAIkan smua urusan Agamaku
CELAKA sekali DIRIku…….
Saya telah hiraukan semua QALAM ILAHI RABB yang menyeruku!”
Saya Lalai tak INGAT akan BERITA INDAH dalam Surat QAAF dan YAASIN
Saya tak dengar jika nanti saya kan di kumpulkan di HARI Berkumpul dan AD DEEN (QIYAMA)
Saya tak
dengar seruan MAUT yang akan menjemputku,
DUHAI SANG MAHA CINTA
HambaMU ini memohon Ampunan, adakah yang melindungiku
Selain Dirimu SANG MAHA CINTA
Yang begitu LUAS pengampunanNYA, Bimbinglah daku di JalanMU
Kasihanilah Daku..Faghfirlii Yaa Rabbana..
Beratkan Timbangan kebaikanku..
Memohon RahmatMU Ringankan HisabMU sebab Engkaulah yang terbaik dalam PengHISAban
DUHAI SANG MAHA CINTA
HambaMU ini memohon Ampunan, adakah yang melindungiku
Selain Dirimu SANG MAHA CINTA
Yang begitu LUAS pengampunanNYA, Bimbinglah daku di JalanMU
Kasihanilah Daku..Faghfirlii Yaa Rabbana..
Beratkan Timbangan kebaikanku..
Memohon RahmatMU Ringankan HisabMU sebab Engkaulah yang terbaik dalam PengHISAban
CINTA
yang dilantunkan Seirama dengan NADA DZIKIR itu lebih INDAH di HATI,
jika dibandingkan dengan Cinta yang hanya di NYANYIKAN Tanpa KeRINDUAN
kepada ALLAH SWT dan RASUL-NYA...(Thewiex)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar